Tuesday, April 16, 2019

Diet Bagi Penderita Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat sudah dikenal orang sejak lama. Bahkan, Hipocrates telah menyebutkan tentang penyakit ini dalam tulisan-tulisannya. Hipocrates menyebut penyakit asam urat dengan istilah gout yang berasal dari kata gutta yang berarti tetesan. Konon penyakit asam urat muncul akibat tetasan jahat yang, masuk kedalam sendi.

Pada dasarnya penyakit asam urat merupakan bentuk gangguan metabolisme purin. Akibat gangguan ini, kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) dalam darah menjadi berlebihan. Penderita gout memproduksi asam urat 3-15 kali lebih banyak dibandingkan dengan keadaan normal yang seharusnya (1000 mg/hari) Penyakit ini kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause.

Penyakit asam urat memiliki gejala yakni nyeri sendi terutama di jempol kaki yang kemudan merambat ke persendian kaki. Pada awalnya serangan gout berlangsung beberapa hari dan setelah itu reda selama beberapa bulan. Namun kemudian serangan itu menjadi lebih sering, rasa nyeri lebih hebat dan durasi waktunya lebih lama. Kadang rasa nyeri disertai dengan bengkak dan kaku sendi.

Diet Purin

Secara praktis kita tidak mungkin mengeliminasi purin dalam diet sehari-hari karena hampir semua jenis makanan mengandung nukleoprotein yang merupakan asal muasal purin. Namun ada berapa makanan yang  menjadi proritas utama untuk dihindari karena memiliki kandungan purin yang tinggi.

Makanan yang mengandung purin tinggi adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), serta makanan dalam kaleng. Makan-makan ini mengandung 150-800 mg purin per 100 gramnya. Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gramnya) adalah, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.

Bagi penderita penyakit asam urat akut,  sangat dianjurkan untuk melakukan diet purin yaitu 100-150 mg perharinya.

Diet Lemak

Konsumsi lemak berlebihan sebainya tak dilakukan karena lemak akan menggangu ekskresi asam urat. Oleh sebab itu, batasi konsumsi santan, daging berlemak, margarin, mentega atau makan yang diolah dengan minyak. Disarankan asupan lemak hanya sebanyak 15 persen dari total kalori. Orang sehat dianjurkan mengkonsumsi lemak maksimal 25 persen dari total kalori. Pada dasarnya pembakaran lemak menjadi kalori akan meningkatkan keton darah (ketosisi) dan hal ini akan menghambat pembuangan asam urat melalui urine.

Karbohidrat dan Protein

Asupan karbohidrat perlu diperhatikan. Karbohidrat mempunyai kecendrungan untuk meningkatkan pengeluaran asam urat via urine. Namun, yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti. Karbohidrat sederhana, seperti madu, sirop, dodol dan selai justru akan dapat mengingkatkan asam urat.

Asupan protein dianjurkan secukupnya dan tak berlebihan karena protein dapat merangsang biosintesis asam urat dalam tubuh. Beberapa makanan sumber protein yang bisa dikonsumsi adalah telur, susu dan keju.

Konsumsi banyak cairan

Sangat dianjurkan penderita mengkonsumsi banyak cairan seperti air putih atau jus buah. Hal ini dapat membantu pembuangan asam urat. Disarankan konsumsi air putih bisa mencapai 10 gelas sehari (2,5 liter). Buah yang banyak mengandung air juga sangat penting, seperti semangka, melon, blewah, belimbing dan jambu air. Buah yang didalam saluran cerna diubah menjadi alkohol sebaiknya dibatasi (durian dan nenas)

Hindari alkohol

Meski dipercaya bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah moderat tidak akan menyebabkan serangan penyakit asam urat, tetapi tetap dianjurkan penderita penyakit asam urat akut sebaiknya tidak mengkonsumsinya.

Kontrol berat badan

Orang obesitas yang menderita penyakit asam urat harus menurunkan berat badannya secara bertahap. Reduksi kalori secara mendadak dalam rangka menurunkan berat badan sebaiknya tak dilakukan. Hal ini akan menimbulkan ketonomia yang merupakan pencetus serangan. Tampaknya keton dan asam urat saling bersaing untuk keluar dari tubuh melalui urine, dan asam urat yang kalah sehingga akhirnya tetap tertahan dalam tubuh. (ak/mhs)

Artikel Terkait