Thursday, February 21, 2019

Konsumsi Makanan Ini Untuk Mencegah Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit penyebab utama kematian didunia. Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker saat ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Di Indonesia sendiri, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan paru-paru.

Para ilmuwan dan ahli kesehatan telah banyak menemukan cara untuk melawan penyakit mematikan ini. Ada berbagai macam operasi dan perawatan medis lain yang membantu mengobati kanker. Namun mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker, Anda bisa memulai dari makanan yang setiap hari Anda konsumsi.

Berikut ini adalah makanan-makanan yang memiliki kemampuan untuk mencegah kanker, sebagaimana dikutip dari Health.com

Tomat

Tomat kaya akan lycopene. Peneliti kanker dari University of Quebec, Kanada, Richard Beliveau mengatakan likopen adalah senyawa antioksidan dari kelompok karotenoid yang banyak terdapat pada tomat, berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker endometrial. Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, konsumsi tomat yang telah dimasak lebih baik dibandingkan yang segar. Hal ini dikarenakan, proses memasak dapat meningkatkan jumlah likopen yang bisa diserap oleh tubuh manusia.

Bawang Putih

Bawang putih adalah ramuan antibiotik alami. Rempah yang cukup sering digunakan ini adalah obat untuk banyak penyakit, termasuk kanker. Phytochemicals yang terkandung di dalam bawang putih terbukti dapat menghentikan nitrosamines, sejenis zat pemicu kanker yang terbentuk di dalam perut. Dengan zat allicin (senyawa organik), bawang putih juga dapat membantu mengontrol kolesterol dan tekanan darah seseorang.

Brokoli

Sayuran bertulang (cruciferous vegetables), terutama brokoli memiliki kandungan anti-kanker yang disebut sulforaphane. Menurut studi terbaru dari Johns Hopkins University,  phytochemical  seperti sulforaphane dapat menghambat kinerja enzim HDAC yang menekan kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker seperti kanker payudara dan kanker usus besar.

Wortel

Warna jingga pada wortel menandakan bahwa didalamnya terdapat kandungan betakaroten yang tinggi. Selain mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan mata, beta karoten mampu mencegah radikal bebas yang bersifat karsinogen (bersifat kanker). Dalam wortel juga terdapat zat alfakaroten yang mampu berperan sebagai antioksidan alami.

Buah Beri

Buah beri memiliki jumlah antioksidan tertinggi di antara semua buah. American Institute for Cancer Research menemukan antioksidan pada buah beri, terutama antosianin dan asam elagik (ellagic acid) terbukti mampu mengurangi jumlah radikal bebas yang merusak sel-sel sehat. Diet seimbang dengan menambahkan jus bery terutama cranberry dapat mencegah kanker colon, tumor, kanker payudara dan kanker paru.

Bayam

Selain mengandung zat gizi yang banyak seperti Vitamin A, C, E K dan B1, B6 serta mineral seperti kalium, kalsium, besi dan masih banyak lagi, bayam mengandung fitonutrisi. Fitonutrisi membantu tubuh melemahkan sel kanker dan mengurangi radang. Beberapa kanker yang dapat dicegah dengan bayam adalah kanker usus besar, prostat, payudara dan pencernaan.

Minyak ikan

Menurut penelitian Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, rutin mengonsumsi ikan (salmon, sarden dan tuna) lebih kurang 8 ons dalam seminggu selama minimal 10 tahun, dapat memperkecil risiko terkena karsinoma duktal, jenis yang paling umum dari kanker payudara. Lemak omega-3 yang terkandung dalam minyak ikan dipercaya bisa mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan kanker payudara.

Kedelai

Kedelai mengandung zat aktif yang dapat melawan kanker disebut genistein. Genistein bekerja dengan melemahkan sel kanker sehingga pertumbuhan kanker melambat dan tidak berkembang. Selain itu, zat isoflavon di dalamnya berfungsi melindungi sel dari efek buruk kelebihan hormon estrogen. Kedelai baik untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara dan prostat.

Teh Hijau

Teh hijau sudah lama dikenal dan digunakan untuk menjaga kesehatan. Teh hijau mengandung polifenol, antioksiad penangkal radikal-radikal bebas pemicu kanker. Teh hijau yang sudah dikeringkan, memiliki kandungan polifenol hingga 40 % dari beratnya dan berfungsi mengurangi risiko kanker usus besar, paru-paru dan liver. Kehadiran jenis antioksidan lain yang disebut epigallocatechin gallate juga membuatnya menjadi musuh alami kanker. (ez/ks)

Artikel Terkait