Monday, July 29, 2019

Sering Kesemutan Bisa Jadi Gejala Awal Berbagai Penyakit

Siapa sih yang  tidak pernah mengalami kesemutan? Umumnya kita mengalaminya akibat posisi tubuh tertentu yang membuat saraf terjepit. Duduk di lantai dengan kaki dilipat untuk waktu lama atau karena ketiduran saat menonton TV dengan posisi tidur yang kurang “baik”. Tetapi bila bagian tubuh itu dikibas-kibaskan atau digoyang-goyangkan, kesemutannya akan hilang. Hal ini yang membuat kita sering menyepelakannya.

Namun tahukah Anda, bila ada kesemutan yang tidak bisa hilang sendiri, itu bisa jadi gejala Anda menderita suatu penyakit, misalnya tumor otak? Gejala penyakit ini salah satunya berupa kesemutan , ras tebal dan baal di telapak kaki yang terus menjalar menjalar ke betis, lalu kelutut dengan intensitas dan frekuensi makin tinggi. Penderita bahkan lambat laun akan merasa kedua kakinya seakan lumpuh. 

Rangsangan listrik terhambat

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk atau tertekan terlalu lama.

Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, dan masuk ke susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus diteruskan ke atas sampai thalamus, terus ke kulit otak (cerebral cortex). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu.

Kalau ada gangguan dalam jalur sensorik baku tadi, timbullah kesemutan.Yang mesti kita waspadai adalah jika ada gejala lain diluar kesemutan. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau bebal tadi ada juga sakit kepala, gangguan penglihatan, pendengaran, muntah-muntah dan kelumpuhan kecil.

Serangan virus

Kesemutan juga bisa terjadi akibat adanya radang sumsum tulang belakang yang terjadi karena infeksi virus, biasanya virus cytomegalovirus. Pada orang dewasa, kadang-kadang kesemutan ini didahului oleh flu berat. Kesemutan semakin menghebat, naik dari ujung jari menjalar sampai kepusar. Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal. Lalu penderita sukar berjalan.

Bila terjadi infeksi di tulang belakang, dari pusar kebawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myliltis (radang sumsum tulang belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan total., dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Makanya menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Barangkali pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang atau bahkan otak.

Komplikasi syaraf

Semantara pada pasien jantung, kesemutan bisa muncul akibat komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi transplatasi, ada bekuan darah, yang kemudian terbawa aliran darah keatas, sehingga terjadi penyumbatan diotak. Bila kebetulan sumbatan itu mengenai daerah yang menyatur sistem sensorik, sipenderita akan merasakan kesemutan sebelah

Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bahkan lebih dari itu, jika yang terserang adalah sistem motorik, ia akan lumpuh. Namun bila yang terserang sistem sensorik saja, yang ia rasakan hanya kesemutan atau baal sebelah.

Gejala kesemutan juga umum terjadi pada para lansia penderita rematik. Dalam hal ini, saraf terjepit bukan akibat tertekan melainkan sendi dipergelangan tangan yang berubah bentuk karena faktor usia. Operasi dapat dilakukan oleh ahli bedah saraf untuk mengendurkan saraf tersebut. Namun bila rematiknya  dapat diobati, tindakan operasi tak perlu dilakukan.

Diabetes pun bisa

Para penggemar minuman keraspun ada yang akrab dengan kesemutan, bila takaran alkohol yang merasuki tubuhnya sudah terlalu banyak. Alkohol akan merusak metabolisme vitamin B1, vitamin yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf. Dalam hal ini kesemutan terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena fungsi saraf terganggu.

Kesemutan juga bisa menjadi gejala diabetes. Biasanya semakin lama “jam terbangnya” sebagai penderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan kesemutan muncul. Yang  dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, kesemutan diujungnya terus menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

Monday, July 22, 2019

Jenis-jenis Keluhan Sakit Perut dan Pengobatannya

Seorang teman mengeluh, lambungnya sering nyeri. Apalagi jika telat makan atau sehabis makan yang pedas-pedas dan asam. Rasa nyeri di perut juga sering muncul ketika  menghadapi pekerjaan kantor yang menumpuk belum lagi mengurus anak-anak dirumah. Kalau sudah begitu, ia langsung menenggak obat maag yang bisa dibeli bebas di pasaran. Untuk sementera memang sembuh tapi kemudian kambuh kembali.

Keluahan nyeri atau perih pada perut atau gejala lain seperti mual, kembung, sebah, panas, nyeri ulu hati, dsb (yang secara medis disebut sindrom dispepsi) sebernarnya tidak selalu merupakan gejala sakit maag, tetapi bisa juga akibat terganggunya organ diluar saluran pencernaan seperti empedu, ginjal dan pankreas   

Penyakit dengan sindrom dispepsi ini tidak mudah dideteksi langsung karena memiliki banyak sumber dan gejalanya banyak yang sama. Apalagi jika melihat betapa rumitnya sistem pencernan kita. Mulai dari saluran esofagus (kerongkongan), lambung, usus halus, usus 12 jari, jejunum dan ileum, usus besar, sampai anus, masing-masingnya punya kontribusi yang berbeda-beda.

Lambung tidak tahan gempuran

Namun diantara sekian banyak gangguan sistem percernaan, keluhan sakit lambung atau maag memang paling banyak penderitanya. Maag umumnya terjadi akibat serangan asam lambung yang tinggi akibat telat makan misalnya atau terlalu banyak makan makanan yang bersifat merangsang/tajam (pedas, asam, kopi, alkohol, nikotin, obat tertentu).

Faktor stres juga juga bisa menjadi pencetus karena meningkatnya asam lambung. Karena melemahnya daya tahan dinding lambung terhadap serangan tadi kehadiran zat-zat merangsang itu menyebabkan lambung terasa, nyeri, mual, mulas, kembung dan adakalanya sampai menimbulkan luka (peptic ulcer).

Gejala khas maag berupa rasa nyeri atau pedih pada ulu hati, meskipun baru saja selesai makan. Namun kalau rasa pedih hanya terjadi sebelum makan atau dikala lapar dan mereda sehabis makan, biasanya itu cuma akibat produksi asam lambung yang berlebihan, yang bersangkutan belum menderita sakit maag.

Sakit maag pada awalnya diobati dengan pemberian obat yang menghambat produksi berlebihan asam lambung (jenis antasid) atau obat penghambat produksi asam yang memperbaiki motilitas (sistem gerak usus). Apabila setelah dua minggu obat tidak memberikan reaksi yang berarti, dokter akan memeriksa dengan bantuan seperti USG, endoskopi, dll.

Gara-gara kuman bandel 

Penyebab keluhan sakit perut lainnya banyak dihubungkan dengan dengan kuman Helicobacter pylori (H.pylori). Kuman ini dicurigai berasal dari ludah serta kotoran kucing.  Hasil penelitian ilmuwan Inggris menyatakan kuman ini berperan dalam penyakit pencernan terutama pada lambung usus 12 jari kambuhan (80%) maupun penyakit pencernaan (60-70%).

Di negara-negara maju seperti Jepang, 70% penduduk diatas usia 40 tahun yang menderita penyakit lambung serta usus 12 jari, sebagian besar karena terinfeksi kuman ini. Di Indonesia pun sekarang pasien dengan sindrom dispepsi yang sering kambuh dicurigai mengidap kuman tersebut.

Kuman H.pylori  diobati dengan kombinasi 2 macam antibotik, yakni Tindazole dan Clariabotic, yang memberantas kuman tidak hanya berhenti pada tingkat penyembuhan tapi sampai ke tingkat penyapuan bersih kuman (eradikasi) dari tubuh. Biasanya obat diberikan dalam jangka waktu 1-2 minggu. Antibiotik ini tidak menimbulkan masalah sampingan pada lambung

Kanker usus besar 

Selain karena kuman H.pylori dan asam lambung, banyak juga gangguan terhadap pencernan disebabkan oleh amuba. Gejalanya hampir sama, yakni mengalami sindrom dispepsi, ada kalanya ditambah diare berkepanjangan, feses berlendir, buang gas kurang sedap, sampai pendarahan. Amuba ini kalau tidak diberantas bisa menembus dinding usus masuk ke hati dan otak.

Obat Flagyl yang biasa digunakan oleh untuk memberantas amuba ini merupakan kombiansi dari obat Clarithriomycin dan metronidaze, yang diminum selama 5 hari. Memang timbul reaksi seperti mual dan lidah kering, tapi amuba akan terbrantas bersih dengan obat ini.

Gangguan perut seperti buang air besar bercampur darah, diare terus menerus, atau sembelit berkepanjangan juga bisa dicurigai sebagai gejala penyakit kanker usus. Kanker ini paling banyak penderitanya di Indonesia dan di negara-negara Barat. Diduga penyebab utama adalah diet makanan yang salah (terlalu banyak lemak, kurang serat). Usaha utama penyembuhan kanker usus besar (kolon) ini tidak lain dengan jalan operasi.

Gangguan ekstra luminer
Keluhan sakit perut juga dapat bersumber dari luar saluran pencernaan (ektra luminer). Gangguan pada empedu misalnya, memiliki  sindrom dispepsia seperti: kembung, mual, sakit ulu hati, sakit perut periodik, sekali waktu rasa sakit yang tak tertahankan Terjadi kekakuan dinding perut dan feses terkadang berwarna keputihan. 

Pada gangguan ginjal, rasa sakit dimulai dari pinggang belakang atas, lari ke perut bagian bawah depan. Sedangkan pada gangguan penkreas, rasa sakit atau nyeri terasa di sekitar pusar. Seringkali terjadi gangguan diare atau sembelit.

Untuk pengobatan gangguan ekstra luminer ini karena merupakan bagian dari penanganan penyakit yang cukup berbeda, akan dibahas pada artikel tersendiri. (sy/its)

Sunday, July 14, 2019

Hati-hati Dengan Halitosis (Bau Mulut)

Pasien yang datang ke dokter gigi biasanya punya masalah dengan keadaan gigi dan mulutnya. Bau mulut alias halitosis adalah salah satunya, bahkan urutan ketiga setelah penyakit dan kosmetik gigi. Halitosis memang bukan penyakit, tetapi gejala dari suatu sebab. Beruntung kalau si penderita menyadarinya. Kalau tidak, hawa sedap dari mulut ini dapat menimbulkan pengaruh negatif dalam bisnis, kehidupan perkawinan, dan kepercaaan diri dalam pergaulan.

Memang ada kalanya bau mulut tidak disadari sipenderita, sehingga dokter gigi sebagai orang pertama yang mengetahuinya harus menyadarkannya. Lalu apabila dalam pemeriksaan tidak didapati kelainan gigi dan mulut, dokter gigi perlu berkonsultasi dengan sejawat yang lebih berkompeten guna menemukan musabab munculnya bau mulut.

Tugas dokter gigilah yang dapat membedakan bau mulut itu karena kelainan didalam mulut atau diluar mulut. Yang umumnya dipakai untuk menentukannya adalah cara Brenning. Yakni, pasien diminta mengatupkan bibir dan menghembuskan napas lewat hidung. Jika tercium bau, berarti penyebabnya di luar mulut, atau sebaliknya.

Kelainan di dalam mulut

Halitosis yang disebabkan kelainan di dalam mulut, umumnya itu terjadi akibat pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri. Penimbunan sisa-sisa makanan terjadi karena kebersihan mulut yang buruk. Apalagi ditambah faktor susunan gigi yang salah posisi seperti misalnya gigi berjejal, akan makin buruk. Selain itu halitosis bisa tercetus oleh adanya gangguan yang berkaitan dengan gigi bungsu.

Juga, pemakaian gigi palsu dari logam dan vulganit lebih sering menimbulkan bau dari pada yang dari akrilik, kecuali gigi palsu terpelihara dengan baik. Para pemakai gigi palsu sebaiknya membersihkannya sebagamana gigi aslinya.

Karises gigi yang tidak dirawat adalah tempat bersembunyinya sisa makan dan sudah barang tentu merupakan salah satu sumber halitosis. Salah satu penyakit gusi yang disebabkan oleh bakteri fusopirochaeta juga menimbulkan bau busuk yang sangat tajam.

Pembedahan di dalam mulut seperti cabut gigi, odontetomi, alveolektomi, juga sering menimbulkan bau mulut. Ini dapat dipahami karena tidak berfungsinya pengunyahan pada sisi mulut yang sakit, disamping perdarahan kecil dan peningkatan jumlah bakteri.

Dari luar mulut

Jika penyebab didalam mulut sudah diatasi tetapi halitosis masih ada, maka perlu diwaspadai kemungkinan adanya penyakit yang tidak berkaitan dengan masalah gigi dan mulut. Misalnya leukimia, diabetes (kencing manis), tumor ganas di hidung, abses paru-paru, penyakit lever, TBC atau proses gangren (kematian jaringan).

Gangguan fungsi ginjal juga ternyata bisa menyebabkan halitosis. Pada penderita terdapat kadar ureum yang tinggi, yang kemudian beredar di dalam darah. Melalui proses kimia, dihasilkanlah zat amoniak yang memiliki bau menyengat. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan nafas berubah tidak sedap.

Makan, minuman dan obat-obatan juga sering menimbulkan hawa tak sedap. Makanan, minuman dan obat-obatan yang sudah diserap akan dibawa oleh darah menuju hati yang kemudian masuk empedu. Akhirnya, HCL di dalam darah dibawa kembali ke paru-paru yang selanjutnya dikeluarkan melalui pernapasan.

Pengobatan bau mulut

Halitosis memang tidak selalu merupakan keadaan patologis (berkaitan dengan suatu panyakit). Pada individu tertentu bau mulut itu normal, misalnya kalau baru bangun tidur, saat wanita sedang haid, manula, atau ketika seseorang dalam pengobatan dengan dimetil sulfida untuk terapi demam rematik.

Karena itu perawatan halitosis tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan kelainan di dalam bau mulut, bau tak sedap bisa di kurangi atau dihilangkan sama sekali. Halitosis akibat pembusukan makanan bisa ditanggulangi dengan menjaga kebersihan gigi, antara lain dengan menggosok gigi secara teratur dan boleh juga memakai obat kumur.

Gunakan obat kumur (mouthwash) atau bilas mulut dengan air garam untuk melawan bau mulut. Berkumur selama 30 detik sudah cukup untuk menyingkirkan bakteri penyebab bau  mulut. Bisa juga digunakan beberapa tetes tea tree oil atau minyak peppermint di lidah atau menggunakannya bersama dengan pasta gigi untuk menyingkirkan bau.

Kurangi makanan seperti bawang, bawang putih, kubis, dan rempah-rempah tertentu yang memicu bau mulut. Hindari minum kopi atau alkohol terlalu banyak yang akan memicu bau mulut. Sedangkan manula yang tak ingin hawa mulutnya berbau, dianjurkan mengurangi konsumsi gula guna meningkatkan jumlah saliva atau air liur. (ez/ks)

Sunday, July 7, 2019

Osteoporosis, Penyebab dan Pengobatannya

Saat ini semakin banyak ditemukan penderita osteoporosis (tulang keropos), terutama di negara-negara maju. Menurut penelitian Instirute Kedokteran Garvan, Australia, setiap tahun 20.000 wanita di Australia mengalami keretakan tulang panggul dan satu dia antaranya meninggal karena komplikasi. Bahkan dikatakan 25% wanita dan  6% pria di negeri kangguru itu bakal terkena osteoporosis.

Pada tahun 2000-an di seluruh dunia terdapat 2,1 juta kasus akibat osteoporosis seperti  patah tulang pangggul, dan diramalkan akan meningkat hingga 3,94 juta kasus tahun 2025, dan 6,26 juta kasus dalam tahun berikutnya. Meningkatnya kasus osteoporosis ini  seiring dengan semakin tingginya usia harapan hidup suatu negara.   

Penyakit ini ditandai dengan hilangnya massa tulang secara berlebihan sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh, lemah, tidak tahan terhadap tekanan sehingga mudah patah. Masalah ini terjadi terutama pada kaum wanita, yang besar kemungkinan mengalami osteoporosis setelah masa menopause.

Berbagai pemicu

Tulang rapuh terjadi akibat ketidakseimbangan proses pembentukan tulang. Ketidak seimbangan itu terjadi karena penurunan drastis produksi hormon estrogen yang mestinya membantu penyerapan kalsium. Akibat kekurangan kalsium, tulang kehilangan massa dalam jumlah besar sehingga kekuatannya pun menurun drastis. Kalau kondisi ini dibiarkan, risiko terjadi patah tulang sulit dihindari.

Massa kalsium dalam tulang mencapai puncaknya pada usia 35 tahun, setelah itu terus menurun yang berarti pula osteoporosis mulai mengancam. Begitu wanita mencapai usia menopause (50-an), maka semakin menurun pula kadar kalsium dalam tulang. Hal ini berkaitan erat dengan turunnya kemampuan tubuh  mensekresi (menghasilkan) hormon esterogen pada wanita menopause.

Selain faktor menurunnya seksresi esterogen, ada beberapa pemicul lain lagi seperti jumlah vitamin D yang tidak cukup dalam tubuh, penyakit diabetes, merokok, terlalu banyak kalsium yang dikeluarkan dalam air seni, konsumsi kalsium kurang selama jangka waktu tertentu, ketidak mampuan usus menyerap kalsium dan kurang olahraga atau latihan yang menunjang kekuatan tulang.

Kemudian juga terlalu banyak mengkonsusi alkohol, obat antiradang atau obat steroid, kafein atau terlalu banyak konsumsi protein yang akan mengurangi kadar kalsium dalam tubuh, kelainan anoreksia (tidak mau makan karena takut gemuk), faktor keturunan (kerangka tulang yang tipis badan kecil lebih mudah mengalami kelainan ini), serta gaya hidup yang tidak teratur atau banyak stres.

Cara melawan osteoporosis

Melihat sejumlah penyebab itu, gaya hidup yang baik merupakan kunci untuk menghindari tulang keropos. Olahraga yang teratur dapat membentuk jaringan tulang yang lebih kokoh.

Wanita yang rajin berolahraga seperti latihan beban, jalan kaki, berenang, aerobik, dan suka berdansa jauh sebelum usia menopause terbukti lebih kokoh tulangnya. Olahraga yang terbukti bisa memperkokoh tulang itu diajurkan dilakukan 3 kali seminggu masing-masing selama 30 menit. Bila mulai terjadi kekeroposan, olahraga yang disarankan adalah berenang.

Namun perlu disadari, osteoporosis memang suatu proses yang terjadi secara alami, tidak dapat dihindarkan oleh siapa pun sejalan dengan pertambahan usia menjelang senja.

Secara sederhana pencegahan dapat dilakukan dengan cara menghindari pemicu timbulnya penyakit. Juga meningkatkan kekuatan tulang dengan olahraga dan diet makanan yang baik dan seimbang.

Pengobatan dilakukan berdasarkan penyebab terjadinya kasus. Misalnya, osteoporosis yang disebabkan rendahnya kemampuan penyerapan kalsium dalam usus halus karena kekurangan  vitamin D dapat ditangani dengan penambahan vitamin D: kekurangan kalsium dalam diet dapat ditangani dengan asupan kalsium yang cukup. Orang dewasa membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium/hari.

Pada kasus osteoporosis karena kekurangan hormon, pengobatan dilakukan dengan penambahan hormon kalsitonin, hormon pengendali proses pembentukan tulang.
FDA (Pengawas Obat dan Makan AS) merekomendasikan penggunaan hormon kalsitonin sintetik ikan salmon dan belut. Penelitian menunjukkan, pengobatan dengan hormon kalsitonin memberikan hasil memuaskan dengan efek sampingan relatif ringan.

Terapi dengan kalsitonin ternyata memberikan efek sampingan yang menguntungkan, yakni efek analgesik (penghilang rasa sakit) yang cukup kuat. Hal ini sangat membantu pasien dalam menangani rasa sakit yang disebabkan oleh berbagai gangguan tulang.

Begitu Anda merasakan keluhan pada tulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Terutama bagi Anda yang sudah menginjak usia 30-an, hindari stres, makanlah dengan menu yang seimbang, dan secara teratur melakukan olahraga atau latihan yang dapat memperkokoh tulang. (sy/int)    

Tuesday, July 2, 2019

Gampang Pingsan Belum Tentu Karena Lemah Jantung

Pernahkan Anda saat mengikuti upacara bendera di lapangan atau sedang menghadapi satu resepsi mendadak jantung berdebar-debar, berdegup kencang, kepala serasa ringan,  badan lemas serta keluar keringat dingin, pandangan berkunang-kunang dan akhirnya gelap lalu jatuh pingsan?

Penyebab kejadian seperti itu bisa karena jantung kita lemah atau memiliki kelainan, tapi bisa juga karena faktor luar. Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung (sinkop non kardik) menurut para ahli, lebih disebabkan karena terkena hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak kesepuluh yang berada pada organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.

Hipersensitifitas vagus berawal dari kecendrungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi karena berdiri lama misalnya, hal ini menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang serta tekanan darah sistoliknya menurun. Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks berupa bertambahnya frekuensi dan kontraksi jantung.

Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya frekuensi dan kontraksi ini justru mengaktifkan reseptor mekanik yang ada pada dinding balik jantung kiri. Efeknya frekuensi detak jantung berbalik menjadi lambat, pembuluah darah tepi melebar dan kemudian terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu. Disinilah pingsan (sinkop) terjadi

Mencegah pingsan

Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan, baru terasa berdebar-debar misalnya, coba gerak-gerakan tungkai atau kaki, serta sekali-kali batuk kecil. Cara tersebut dapat juga dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Misalnya kalau sedang berada dalam suatu upacara perhatikanlah peserta lain di depan kita satu persatu, mengingat-ingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami atau menggumankan lagu favorit Anda.

Kalau dengan cara tersebut gejala tidak berkurang, tapi malah semakin parah,  mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, apa boleh buat! Lebih baik Anda segera jongkok, duduk atau mundur mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali. Apalagi jika ditambah dengan minuman segar.

Sementara kalau kita harus menolong orang pingsan, sebaiknya lakukan tips praktis berikut ini :
  • Baringkan penderita ditempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan.
  • Bila penderita berada di kursi dorong kepala kebawah diantara kedua lututnya
  • Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tidak terganggu.
  • Bila perlu oleskan garam yang berbau tajam, atau teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran.
  • Jangan memberikan apapun lewat mulut apabila penderita belum sadar
  • Panggil dokter atau ambulans bila tidak kunjung sadar.
Karena kerah baju ketat

Hipersensitifitas vagus dapat juga berupa sinkop sinuskarotis, yakni jatuh pingsan dicetuskan saat menoleh mendadak. Ini bisa terjadi bila penderita mengenakan baju berkerah tinggi terlalu ketat, sehinga gerakan kepala menyebabkan penekanan pada sinus karotis yang terletak pada leher samping agak kedepan. Hal ini bisa mengakibatkan detak jantung melambat dan menimbulkan sinkop.

Jika dilakukan pemeriksaan elektro-fisiologi (pemeriksaan aktivitas listrik jantung) pada penderita, umumnya terlihat fungsi jantung bekerja dalam batas normal. Hanya saja  dengan adanya manipulasi ringan berupa penekanan leher di derah sinus karotis ini mengakibatkan terjadinya gangguan aktivitas  atau hantaran listrik pada jantung.

Untuk mencegah jangan sampai mengalami hal tersebut, hindari penggunaan kerah baju yang terlalu ketat dan jangan memijat daerah leher atau hal lain yang menyebabkan tekanan pada sinus karotis.

Penampilan lain yang langka dari hipersentifitas vagus adalah paroxysmal sinusarrest. Pada keadaan ini sumber listrik utama jantung adakalanya berhenti selama 6-23 detik tanpa adanya faktor pencetus yang jelas. Kejadian ini bisa saat tidur maupun saat aktif, siang atau malam, dengan akibat hampir pingsan atau pingsan. Pengobatan untuk gangguan ini umumnya diarahkan pada penggunaan alat pacu jantung permanen yang ditanamkan di bawah kulit dada penderita.

Untuk mencegah terjadinya pingsan yang bukan karena kelainan jantung tadi antara lain dengan berolahraga seperti joging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga seperti joging, bersepeda atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot kaki atau tungkai.

Kalau pingsan atau sinkop yang terjadi jelas penyebabnya karena kelainan jantung, Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan lebih seksama dan pengobatan yang lebih tepat. (sy/int)

Sunday, June 30, 2019

Ketahui Gejela-gejala dan Cara Penularan HIV/AIDS

Selama ini Anda mungkin sudah tahu bahwa AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan yang sampai saat ini belum benar-benar ditemukan obatnya. Sejak diketahui pertama kali pada tahun 1981, AIDS telah membunuh 25 juta jiwa diberbagai belahan dunia. Karena penularannya yang sangat cepat  - terutama dikalangan pencinta seks bebas dan penggunan narkoba - di seluruh dunia saat ini diperkirakan lebih dari 40 juta orang mengidap HIV/AIDS (75% nya berada di kawasan Asia Pasifik dan Afrika).  

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang disingkat AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Human Immunodeficiency Virus (HIV) sendiri adalah virus yang secara progresif merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit (sel T CD4+) yang tugasnya menjaga sistem kekebalan tubuh. Bila HIV telah membunuh sel T CD+4 hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 permikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang dan orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi.

Tanpa dilakukan terapi antiretrovirus (antiretroviral theraphy/ART), rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS adalah 9-10 tahun, dan rata-rata waktu hidup penderita setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Karena itu Anda perlu mengetahui gejala-gejala infeksi HIV/AIDS dan cara-cara penularannya hingga penyakit ini dapat dihindari sejak dini.  

Gejala umum

Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya penderita tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus terutama pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun beberapa minggu sesudah seseorang terinfeksi, penderita akan sering menderita penyakit ringan sehari-hari seperti demam, flu diare, dan rasa tidak enak badan yang berlangsung 3-14 hari.

Pada pada periode 3-4 tahun kemudian penderita juga tidak akan memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai periode tanpa gejala, pada saat ini penderita merasa sehat dan dari luar juga tampak sehat. Gejala-gelala serangan virus HIV baru akan terlihat pada tahun ke 5 atau 6.

Pada tahun ke 5 dan 6 penderita akan mengalami gejala infeksi sistemik seperti: demam yang hilang timbul dan berkeringat (terutama dimalam hari), pembengkakan kelenjar, diare berulang penurunan berat badan secara mendadak, lelah, anemia dan sering sariawan.

Pada infeksi stadium-stadium akhir Infeksi oportunistik seperti Pneumonia (radang paru) , Tubercolosis, Thrush (infeksi jamur), Sarkoma kaposi (tumor pada kulit), kanker kelenjar getah bening (limfoma) akan umum didapati pada penderita AIDS.
Penularan

Penularan HIV dari sesorang yang telah terinfeksi kepada orang lain terjadi melalui pertukaran cairan tubuh, yang meliputi darah, cairan sperma, cairan vagina, cairan serebrospial (cairan otak), dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga terdapat di dalam air mata, air kemih dan air ludah. Karena itu cara perpindahan HIV dari seseorang kepada orang lain juga sangat spesisfik, yaitu:
  •  Melalui pemakaian jarum suntik/alat tajam yamg memungkinkan terjadinya luka. Misalnya jarum tato, jarum tindik, peralatan pencet jerawat, dll. Resiko terinfeksi dengan HIV dari satu tusukan dengan jarum yang digunakan orang yang terinfeksi HIV diduga sekitar 1 banding 150.
  • Melalui hubungan seks tidak aman (tanpa kondom) yang memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina, atau cairan sperma dengan darah (pada seks anal). Penularan juga bisa terjadi pada oral seks (hubungan seks melalui mulut), walaupun lebih jarang
  • Melalui ibu hamil yang HIV posistif kepada bayi yang dikandungnya, yaitu melalui plasenta dan jalan lahir dan juga melalui ASI. Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%.
  • Melalui transfusi darah atau produk darah
  • Melalui transpalantasi organ atau jaringan tubuh
Kemungkinan terinfeksi oleh HIV meningkat jika kulit atau selaput lendir robek atau rusak, seperti yang bisa terjadi pada hubungan seksual yang kasar, baik melalui vagina maupun melalui anus. Penelitian juga menunjukkan kemungkinan penularan HIV sangat tinggi pada pasangan yang menderita herpes, sifilis atau penyakit menular seksual lainnya, yang mengakibatkan kerusakan pada permukaan kulit..

HIV tak dapat ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun di rumah. HIV juga tidak ditularkan lewat makan minum bersama: pemakaian fasilitas umum bersama, seperti telepon, WC umum, dan kolam renang: ciuman, senggolan, pelukan, dan kegiatan sehari-hari lainnya: atau lewat keringat dan gigitan nyamuk. Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita. (dm/bpm)

Monday, June 24, 2019

Kalsium Bantu Turunkan Kadar Kolesterol

Sejauh ini kalsium lebih dikenal sebagai zat pelindung utama osteoporosis, yaitu proses penipisan tulang yang biasanya menyerang kaum wanita dewasa. Temuan terbaru menunjukkan kalsium memiliki kegunaan yang semakin banyak bagi kesehatan tubuh. Kelsium bermanfaat bagi kesehatan tulang, sistem sirkulasi, arteri dan jantung. Kalsium dengan caranya yang unik mampu berperan dalam menurunkan kolesterol tinggi.

Peran kalsium yang cukup unik ini pernah dibuktikan pada era 1950-an. Namun, khasiat kalsium pada saat itu kurang mendapat tanggapan. Para dokter tetap yakin obat anti kolesterol dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh secara berarti.

Kalsium pada sekian dasa warsa yang silam masih kalah populer dengan obat anti kolesterol, seperti cholestyramine. Namun, sekarang tampaknya kalsium dipercaya memiliki khasiat ekstra dari yang diperkirakan para peneliti zaman itu.

Menurunkan kolesterol jahat, kolesterol baik tidak

Kalsium hanya berpangaruh pada jenis kolesterol yang tidak menguntungkan tubuh. Dengan suplemen kalsium, LDL (kolesterol yang merusak kesehatan) mengalami penurunan yang cukup berarti, sementara kolesterol HDL (kolestrol baik yang berguna bagi tubuh) tidak mengalami perubahan. Margo A Denke dari Universitas of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, mengatakan bahwa pria yang mengkonsumsi makanan kaya kalsium menurunkan kolesterol LDL mereka sampai 11% dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kalsium.

Peran dramatis kalsium yang mampu menurunkan  kadar kolesterol LDL itu diharapkan mampu mengurangi risiko menderita penyakit jantung sekitar 20%, salah satu penyakit yang muncul akibat tingginya kadar koleterol.

Dalam penelitian itu diberikan kalsium berdosis tinggi yaitu 1.800 miligram (mg) sehari. Akan  tetapi, Denke mengatakan separuh dari dosis itu lebih bermanfaat. Kaum wanita mungkin memerlukan 1.000 mg ekstra kalsium setiap hari sekaligus untuk melindungi diri dari ancaman osteoporosisi namun untuk pria mungkin idealnya 800 mg.

Hasil penyelidikan ini semakin memperkuat temuan beberapa tahun sebelumnya tentang peran kalsium untuk mengontrol laju kolesterol. Cuma bedanya, dalam penelitian itu kalsium diberikan kepada pria dan wanita.

Hasilnya seperti yang ditulis dalam Archieves of Internal Medicine (Desember 2002), kadar kolesterol LDL turun 4,4 % dan HDL naik 4,1 %. Secara teori, kalsium mampu memperkecil risiko penyakit jantung sekitar 10 %. Naman, jika dibarengi dengan diet yang baik bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30 %.

Tidak punya efek samping

Menurut Larry Bell M.D., yang pernah bekerja di Hennepin Country Medical Center di Minneapolis, meskipun khasiat kalsium lebih kecil daripada obat antikolesterol seperti cholestramine, kalsium tak menimbulkan efek apa pun terhadap lemak darah. Sementara obat antikolesterol itu bisa berakibat memperparah kedaaan di samping efek-efek samping ainnya.

Kalsium karbonat (jenis khusus kombinasi kalsium) dipercaya berperan cukup vital dalam mencegah gangguan kardiovaskuler. Namun Larry belum berani memastikannya sebelum dilakukan peneltian yang lebih mendalam.

Penelitian di Minneapolis menggunakan kalsium berdosis 1.200 mg dan dicampurkan pada makanan. Mengokonsusmi kalsium dalam makanan merupakan cara yang dianjurkan guna menyerap lebih banyak gizi.

Bekatul gandum dan sayuran hijau

Mengkonsumsi tambahan kalsium pada makanan bisa dilakukan dengan makanan seperti bekatul gandum, demikian menurut David Kritchevky PhD, Institute Profesor dan Direktur Asosiasi pada Wistar Intitute di Philadelpia.

Penurunan lemak darah lebih banyak dilakukan dengan menyantap makanan berlemak rendah, tetapi bekatul gandum atau kalsium membantu mempercepat proses penurunan kolestrerol. Tampaknya cara ini merupakan salah satu cara yang mungkin untuk dilakukan.

Zat kalsium juga dapat diperoleh dari brokoli dan sayuran hijau. Namun tidak sembarang sayuran hijau baik untuk mendapatkan kalsium. Bayam, misalnya meski mengandung kalsium, sulit diserap darah walau dengan cara apa pun sayur itu dimasak. Buncis atau kacang-kacangan, terutama kedelai, juga layak dikonsumsi, selain memiliki serat yang bisa larut, juga membantu menurunkan kolesterol.

Kalsium memang bukan satu-satunya zat untuk menurunkan kolesterol, Masih ada sederet cara-cara yang lain seperti menyantap makan berkadar lemak rendah, makanan berserat, sejumlah sayur, dan buah segar. Latihan fisik juga mampu mendongkrak kadar kolesterol baik  HDL, yang pada gilirannya mengikis kolestrol pada hati.

Kedepan kalsium sebaiknya semakin diperhitungkan. Mungkin ada sejumlah orang yang kurang mengkonsumsi makan alami. Padahal, ini tidaklah menguntungkan bagi kesehatan tubuh kita secara umum. (al/mhs)